Jumat, 29 Mei 2009

Story from Ujung Genteng


-->Long Weekend di Ujung Genteng Sukabumi
Hari kamis tepatnya tanggal 20 Mei 2009 merupakan hari libur (“saya lupa tanggal merah apa”)… merupakan “Hari Kejepit Nasional”. Karena harpitnas itulah kami (saya,rezhi,delay,iduy,abel,indah,umar,dan irfan) melaukakn trip /perjalanan ke Ujung Genteng Sukabumi.yang usah direncanakan jauh-jauh hari. Dari kesemua orang itu, ada beberapa teman yang izin meninggalkan pekerjaannya (cuti 1 hari) untuk perjalanan kali ini.
Perjalanan kami mulai pukul 07.30 untuk kumpul2,lalu isi bensin dan pukul 08.00 memulai perjalanannya dari Bintaro – Rempoa melewati Jalur Ciputat – Parung – Ciawi – Sukabumi – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Perkebunan Teh – Surade – Jampang Kulon – Ujung Genteng. 4 motor melaju dengan kecepatan 40-50 km melalui jalur yang cukup ramai hingga ke ciawi. Dari persimpangan tersebut lurus terus kearah Sukabumi. Mulai dari situ kemacetan sudah mulai dirasakan, ditambah dengan kondisi jalan yang berlubang, cukup merepotkan juga y. apalagi ditambah dengan kehadiran truk-truk besar dari berbagai pabrik yang ada di Sukabumi membuat keseraman bagi yang belum terbiasa dengan jalur disini. Maka disarankan untuk berhati-hati.
Perjalanan dilanjutkan sampai ketemu pasar Cibadak, setelah pasar tersebut, ambil jalur kanan kea rah Pelabuhan Ratu. Dari situ track gunung mesti dilalui, jalannya yang berkelok-kelok membuat kepala kadang-kadang terasa pusing dan bahkan mengantuk. Perjalanan di track ini memang cukup melelahkan, dengan kondisi jalan yang kadang-kadang rusak, membuat kita mesti berhati-hati. Sepanjang kurang lebih 80km sampai ketemu dengan pertigaan Pelabuhan Ratu dengan Ujung Genteng, kami melanjutkan kea rah Ujung Genteng 77 km lagi jauhnya dengan jalur yang mirip.
Beberapa km sebelum sampai tujuan, kita aka ndisuguhkan spot yang menarik untuk berhenti sejenak menikmati keindahan pantai Pelabuhan Ratu dari atas bukit.

Kami tiba disana pukul 13.30 dan istirahat sejenak menyegarkan mata dengan hamparan lautan biru dengan hijaunya bukit-bukit. Disana kami bertmu dengan rombongan dari Bekasi yang ingin menuju ke Ujung Genteng juga.
Saatnya melanjutkan perjalanan kembali, dari tempat tersebut kami akan melewati jalur gunung, ingat jangan pernah berhenti di jalur gunung yang masih seperti hutan,ataupun yang sepi dengan orang..karena didaerah tersebut sering terjadi perampokan,pembegalan, dan semacamnya,apalagi disaat malam. Ternyata ada teman saya yang idak kuat perutnya karena sudah pusing menahan lapar.akhirnya kami memutuskan untuk makan di warung sederhana di jampang kulon. Pukul 15.00 kami berangkat lagi. setelah itu Nanti akan ditemukan plang Ujung Genteng sejauh 12km lagi, disitulah ada alfamart terakhir yang bisa anda jumpai sebelum masuk ke daerah Ujung Genteng. Dan bisa membeli keperluan saat menginap disana.
Pukul 16.30 tibalah kami di bibir pantai Ujung Genteng…hamparan lautan luas dengan hijaunya bukit di belakangnya seolah-olah menyambut kedatangan kami..hoho….tiba di Muara Cibuaya kami berhenti sejenak mendiskusikan untuk menginap dimana? Sambil menikmati matahari yang mulai turun dari singgasananya sore itu. Sambil mengabadikan sunset tersebut, akhirnya kami memutuskan menginap di Villa Pak Abudin yang letaknay tidak jauh dari tempat kami menikmati sunset yakni di Muara Cibuaya (dekat jembatan penyeberangan).

Fasilitasnya ada 1 kamar, 2 tempat tidur,2 kamar mandi,dapur dan peralatan masak, dan juga teras kayu. Halamannya cukup luas,dan beralaskan rumput , bisa dijadikan tempat mengadakan acara-acara kumpul bersama atau reuni ataupun permainan seru lainnya,bisa juga membangun tenda disini jika orang2nya tidak muat dalam satu villa.

Proses tawar-menawar akhirnya menemui kesepakatan yaitu 2malam Rp. 500.000,- . pukul 6 setelah menikmati sunset kami bergegas menuju villa dan mulai berberes-beres dan siap-siap untuk makan malam seadanya (dengan indomie,ditemani cemilan lainnya untuk malamnya). Sekitar pukul 20.30 kami menuju Pangumbahan melihat proses Penyu bertelur. Namun saying,waktu itu Cuma ada satu penyu yang datang. Mau bagaimanapun,kegiatan manusia tersebut lama kelamaan akan mengganggu proses penyu untuk kembali bertelur disana.

Esok paginya kami ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) mencari ikan untuk santapan malam kedua kami dan sayuran untuk siangnya.

Akhirnya kami membeli bawal 1kg dengan harga 15.000 dan cumi 25 ribu/kg. dan untuk makan siangnya kami mendapati kangkung ,tempe,tahu dan lalapan. (jangan heran jikalau harga sayur disini dua kali lipat harganya) maklum,karena memang daerahnya merupakan daerah pesisir pantai. Tukang sayurpun adanya menuju keluar Ujung GENTENG sekitar 500m. setelah makan siang, menjelang sore kami bermain-main dipantai. Namun karena factor cuaca kami tidak mendapatkan sunset yang sempurna.


Hari Sabtu Pagi, pukul 06.00 kami siap-siap packing ,mandi,sarapan dan melakukan perjalanan ke rumah tercinta di Jakarta.

Pukul 08.10 setelah selesai semua,kami start menuju arah pulang,namun sebelumnya mampir dulu ke Curug Cikaso yang jaraknya 40 menit dari Ujung Genteng.


Setiba disana kami parker motor dan menitipkan barang bawaan biar ga repot di salah satu rumah warga, lalu menuju Curug Cikaso menggunakan Perahu dengan biaya Rp.60.000/paket max.12orang. jadi kalau satu rombongan kurang dari 12 orang.lebih baik menunggu barengan untuk naik di perahu yang sama agar biaya yang dikeluarkan juga lebih murah. Ditambah retribusi 2000/orang dan parkir motor 2000/motor. Tidak sampai 5 menit kami sudah sampai di Curug,


dilanjutkan dengan berjalan sekitar 20 meter menaiki beberapa tanjakan akhirnya kami melihat curug yang sangat indah.terdiri dari 3 mata air dengan air yang cukup deras.
Puas dengan foto-doto ,kami istirahat sejenak minum es kelapa,ada pula yang istirahat sambil menikamti keindahan CiptaanNya.


Jam 11 kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Kali ini perjalanan memang lebih melelahkan, disamping jalanan macet karena hari itu memang malam minggu ditambah pula dengan ban motor saya yang bocor dan kemps beberapa kali, hingga temen saya yang mual. Sehingga mengharuskan kami berhenti sejenak. Pukul 17.30 kami sudah di Cibadak. Tiba2 hujan datang.akhirnya kami memasang peralatan anti hujan kami…ohohoo…. Kemudian perjalanan kami lanjutkan kembali. Jalur Sukabumi sampai Ciawi sangat padat. Di Tajur kami berhenti sejenak berniat membeli Oleh-oleh. Namun sayang karena sudah malam,toko2pun sudah banyak yang tutup. Akhirnya kami sekedar melihat di distro yang ada saja.
Pukul 20.00 kami kembali lanjut, sampai Parung berhenti lagi untuk membeli oleh0oleh makanan. Dari situ kami berpencar karena hujan, dan ada yang sudah ngantuk,ada yang kelelahan.
Pukul 23.00 – 23.30 setiap anggota sudah sampai di rumahnya dengan selamat.
Cukup melelahkan trip kali ini. Namun semua itu terbayar dengan keindahan yang kita dapat.
Rezhaphotography

Tidak ada komentar:

Posting Komentar